Ia lahir di Habasyah, dari ibu yang berkulit hitam dan ayah yang tak dikenal banyak orang. Ia tumbuh sebagai budak di Mekah, milik Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh Quraisy yang membenci Islam. Tapi Bilal bukan budak biasa. Ia memiliki hati yang bersih dan telinga yang tajam. Ia mendengar nama Muhammad ﷺ disebut dengan hormat, bahkan oleh mereka yang memusuhinya.

Ketika cahaya Islam menyentuh jiwanya, Bilal memeluknya tanpa ragu. Ia disiksa di padang pasir, ditindih batu besar, dipaksa menyebut nama berhala. Tapi ia hanya mengucapkan satu kata:

أَحَدٌ… أَحَدٌ

Ahad… Ahad

(Diriwayatkan oleh Ibn Ishaq dan disebutkan dalam Sirah Ibnu Hisyam)

Abu Bakar r.a. membelinya dan memerdekakannya. Rasulullah ﷺ menerimanya, dan menjadikannya muazin pertama Islam. Suara Bilal menggema di Madinah, membangunkan jiwa-jiwa untuk bersujud. Ia tidak hanya memanggil manusia, ia memanggil langit.

Namun ketika Rasulullah ﷺ wafat, Bilal terdiam. Ia mencoba mengumandangkan adzan, tapi suaranya pecah di kalimat itu:

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”

Tangisnya tumpah. Ia tidak sanggup. Sejak hari itu, Bilal berhenti mengumandangkan adzan. Ia meninggalkan Madinah, hijrah ke Syam, membawa luka yang tak bisa disembuhkan.

Bertahun-tahun kemudian, Bilal bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ. Ia kembali ke Madinah. Hasan dan Husain, cucu Nabi, memintanya untuk mengumandangkan adzan sekali lagi. Bilal pun berdiri. Ia mengangkat suara, dan seluruh Madinah menangis. Orang-orang keluar dari rumah, berlari ke masjid, karena mereka mengira Rasulullah ﷺ hidup kembali.

قَالَ بِلَالٌ: مَا أَذَّنْتُ لِأَحَدٍ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ

“Bilal berkata: Aku tidak mengumandangkan adzan untuk siapa pun setelah Rasulullah ﷺ.” (Diriwayatkan oleh Ibn Sa’d dalam Tabaqat al-Kubra, jilid 3, hlm. 233)

Bilal tidak pernah mengumandangkan adzan lagi setelah itu. Ia kembali ke Syam, dan wafat dengan nama Rasulullah ﷺ di bibirnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *