Dalam kitab Mukhtārul Aḥādīts karya Sayyid Ahmad Al-Hasyimi, terdapat sebuah hadis agung yang menyerukan agar umat Islam menjauhi tujuh perkara yang membinasakan. Hadis ini mengandung prinsip-prinsip besar dalam menjaga kesucian akidah, keadilan sosial, serta kehormatan individu dalam masyarakat.

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ: الشَّرْكَ بِاللهِ، وَالسَّحْرَ، وَقَتْلَ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ.

Terjemah Hadis

“Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan, yaitu: menyekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina wanita-wanita mukminah yang terpelihara kehormatannya lagi dalam keadaan lalai.”

(HR. Bukhari dan Muslim. Dikutip dari Mukhtārul Aḥādīts)

1. Syirik kepada Allah

Pelanggaran terhadap tauhid inti ajaran Islam. Syirik adalah penyekutuan terhadap Sang Pencipta dan merupakan bentuk pengkhianatan spiritual yang paling besar.

2. Sihir

Bertentangan dengan akidah dan mengganggu ketertiban sosial. Sihir membuka celah manipulasi dan kezaliman terhadap sesama.

3. Membunuh tanpa hak

Merampas nyawa adalah perbuatan zalim yang meruntuhkan nilai kemanusiaan. Hanya dalam kondisi qisas atau hukuman syar’i yang sah, tindakan ini bisa dibenarkan.

4. Memakan riba

Merusak sistem ekonomi yang sehat dan adil. Riba menciptakan kesenjangan dan eksploitasi finansial yang tidak sejalan dengan prinsip keberkahan dalam muamalah.

5. Memakan harta anak yatim

Melanggar amanah serta merampas hak individu yang lemah. Islam sangat menekankan perlindungan terhadap anak yatim sebagai wujud kasih sayang dan keadilan sosial.

6. Melarikan diri dari medan perang

Meninggalkan kewajiban ketika dibutuhkan dapat menghancurkan semangat dan pertahanan umat. Ini adalah simbol kegagalan tanggung jawab kolektif.

7. Menuduh wanita mukmin tanpa bukti

Menyebarkan fitnah dan mencemarkan kehormatan kaum wanita. Islam menuntut kehati-hatian dan bukti yang sah dalam setiap tuduhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *